Showing posts with label FILOSOFI. Show all posts
Showing posts with label FILOSOFI. Show all posts

07 November 2024

FILOSOFI TEH

 


"FILOSOFI TEH"


Seorang anak muda datang pada ibunya dan mengeluh tentang banyaknya permasalahan dlm kehidupannya.


Namun betapa kagetnya, karena ternyata ibunya hanya diam saja, seolah tidak ingin mendengarkan keluh kesahnya.

Bahkan sang ibu malah masuk ke dapur & anaknya terus bercerita sambil mengikutinya. 


Sang ibu lalu memasak air. 

Sampai airnya mendidih, lalu sang ibu menuangkan 'Air Panas Mendidih' itu ke dlm 3 gelas yg telah disiapkan.

Di gelas pertama ia masukkan WORTEL, di gelas kedua, ia masukkan TELUR, dan di gelas ketiga, ia masukkan TEH.


Setelah menunggu beberapa saat, ia mengangkat isi ketiga gelas tadi & hasilnya:


WORTEL yang KERAS  menjadi LUNAK

TELUR yang mudah PECAH menjadi KERAS.

dan TEH menghasilkan aroma yang HARUM.


Lalu sang ibu pun menjelaskan: 

Nak..... MASALAH DALAM HIDUP ITU BAGAIKAN AIR MENDIDIH.

Namun, sikap kitalah yg akan menentukan dampaknya. 


Kita bisa menjadi Lembek seperti Wortel, mengeras seperti Telur, atau harum seperti TEH.

Wortel dan telur bukan mempengaruhi air, tetapi malah berubah karena air mendidih itu, 

sementara TEH malah mengubah AIR, membuatnya menjadi HARUM.


"Setiap Masalah, selalu tersimpan Mutiara Iman yg berharga. 

Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik-baik saja. 

Tapi apakah kita dapat tetap percaya saat pertolongan Allah seolah tidak kunjung datang...???


Ada 3 reaksi orang saat masalah datang:

  1. Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh (seperti wortel tadi) dan mengasihani diri sendiri. 
  2. Ada yang mengeras (seperti telur), marah dan berontak kepada Tuhannya!!
  3. Ada juga yang justru semakin harum (seperti teh), menjadi semakin kuat dan percaya pada-NYA.


#Ada kalanya Allah sengaja menunda pertolonganNYA. 

Apa tujuannya....? 

Agar kita belajar percaya dan setia! 


Karena tidak pernah ada masalah yg tidak bisa Allah selesaikan...



Baca selengkapnya

20 July 2020

FILOSOFI DAN SEJARAH KUE KLEPON

FILOSOFI DAN SEJARAH KUE KLEPON

by google


Hai hai hai semua.. 
Belom lama ini dunia maya sempet heboh mengenai jalanan pasar yang satu ini nih.. Yak.. Klepon namanya. Kalian tau apa itu Klepon? Jadi gini, dilansir dari buku berjudul 'Belajar dari Makanan Khas Jawa' karya Dawud Achroni terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa hal. 33 dikatakan bahwa Klepon adalah makanan tradisional yang termasuk dalam kelompok jajanan pasar. Kue klepon terbuat dari tepung beras ketan yang dibentuk menjadi bola-bola kecil. Di dalam kue ini diisi gula merah yang akan lumer di mulut saat Anda gigit.

Biasanya klepon dijajakan dengan getuk atau juga dengan kue putu. Warna klepon biasanya hijau dan putih. Warna hijau didapat dari bahan pewarna alami, misalnya dari daun suji atau daun pandan. Nh, untuk warna putihnya dari parutan kelapa nan gurih.

Selain rasanya yang lezat, jajanan pasar ini ternyata memiliki nilai-nilai kebaikan yang dapat dipelajari untuk kehidupan kita di dunia lhoo... Apa Filosofi dari kue Klepon ini? Yakk lanjut, berikut ulasannya:

1. Bahan sedikit dan mudah dicari melambangkan kesederhanaan
Yukk, klepon itu lambang kesederhanaan, itu bisa dilihat dari bahan-bahan yang digunakan, sedikit dan mudah ditemukan. Nilai kesederhaan dari klepon juga bisa diambil dari cara membuatnya yang sangat mudah.

Sederhana adalah sifat terpuji. Hidup sederhana akan memberikan kedamaian dan kebahagiaan. Dengan menjalani hidup secara sederhana, seseorang tidak akan menghamburkan hartanya secara berlebihan dan sia-sia. Orang yang memiliki sifat sederhana akan memilih menggunakan harta bendanya untuk membantu sesama.

Kesederhanaan juga akan menjauhkan seseorang dari melakukan tindakan-tindakan tidak baik, seperti mengambil hak orang lain, tidak peduli lagi halal atau haram dan bekerja dengan tidak jujur.

2. Gula di dalam klepon menandakan kebaikan hati
Lebih lanjut, rasa manis dari kue klepon tersembunyi di bagian dalam. Rasa manis ini berasal dari gula aren. Rasa manis baru dapat dirasakan setelah orang memakan bagian luar klepon yang dibuat dari tepung beras ketan.

Hal ini melambangkan pentingnya manusia memiliki kebaikan hati. Walaupun tidak terlihat dari luar, kebaikan hati dapat dirasakan. Gula membuat klepon terasa manis dan tidak hambar. Kebaikan hati seseorang akan membuatnya dicintai Tuhan dan sesama manusia.

3. Taburan kelapa melambangkan tahapan kehidupan manusia
Klepon dibalur dengan parutan kelapa. Hal ini mengingatkan pada beberapa tahap kehidupan manusia. Kelapa dilapisi sabut atau sepet dan batok yang keras. Setelah kedua lapisan ini dikupas, masih ada lapisan lain berupa kulit ari. Kulit ari berwarna kecokelatan sampai kehitaman. Di balik kulit ari inilah baru dapat ditemukan daging buah kelapa.

Manusia harus melalui beberapa tahap untuk dapat meraih kebahagiaan. Manusia harus melewati kehidupan yang keras dan susah. Hal ini dilambangkan oleh sepet dan batok yang membungkus kelapa.

Tahap selanjutnya, manusia harus membersihkan hati. Juga berhati-hati menjalani kehidupan. Hal ini dilambangkan oleh kulit ari yang tipis. Walaupun sudah menjaga hati dan berhati-hati menjalani kehidupan, manusia belum sampai pada tujuan akhirnya. Hal ini dilambangkan dengan buah kelapa yang sudah dapat digunakan, tetapi belum sempurna fungsinya.

Untuk meraih kebahagiaan, manusia harus terus berusaha memperbaiki diri. Hal ini dilambangkan dengan kelapa yang diparut atau dihaluskan.

4. Warna hijau klepon berarti kehidupan sejati, kesejahteraan, dan kesuburan
Klepon umumnya dibuat berwarna hijau. Warna hijau melambangkan kehidupan. Jadi, manusia harus menjaga hatinya agar tetap hidup. Maksud hati yang hidup adalah hati yang baik. Dengan hati yang hidup, manusia akan selalu berusaha berbuat kebaikan dan menjauhi kejahatan. Selain itu, Klepon jg menggambarkan pulau-pulau di Indonesia yang menempati tanah-tanah yang subur dan banyak ditumbuhi pepohonan hijau.

5. Bentuk bulat melambangkan kehidupan ini yang tak terbatas
Klepon bentuknya bulat. Hal ini melambangkan bahwa hidup juga seperti bulatan. Tidak diketahui mana ujung dan pangkalnya. Manusia tidak pernah tahu kapan ia akan dilahirkan dan kapan meninggal dunia.

Bulatan klepon umumnya tidak bisa bulat sempurna. Selalu ada bagian yang tidak rata. Begitu pula dengan kehidupan manusia. Tidak ada yang sempurna dan tidak ada yang pasti. Dalam hidup manusia kadang gembira, kadang berduka. Manusia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi.

6. Proses pembuatan klepon bermakna hidup harus dilalui dengan kesabaran, keyakinan diri, dan ketulusan hati
Sebelum masak dan dapat dinikmati, klepon harus melalui proses perebusan lebih dahulu. Hal ini mengandung nasihat bahwa untuk meraih kesuksesan, seseorang harus mau bekerja keras. Selain itu, ia juga harus bisa menghadapi cobaan dengan sabar serta ikhlas.

Pembuatan klepon tidak sulit. Bahannya pun sederhana serta mudah didapat. Namun, membuat klepon tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Untuk membuat klepon yang enak dibutuhkan kemampuan untuk mencampur bahan-bahan dengan takaran yang pas.

Proses pembuatan klepon melambangkan pentingnya ketepatan, ketelitian, dan kesabaran dalam melakukan berbagai pekerjaan. Semua ini dibutuhkan untuk mencapai hasil yang baik.

"Ada banyak pelajaran berharga yang dapat kita petik dari klepon. Pelajaran tentang kesederhanaan, kebaikan hati, kerja keras, dan kesabaran. Jika ini kita miliki, kita akan menjadi manusia yang baik. Kita juga akan sukses meraih cita-cita," tulis Dawud di bukunya.

Selain dari pada itu, pelajaran moral lainnya yang ada pada klepon adalah mengajarkan kepada kita ketika makan jangan dengan mulut terbuka atau sambil berbicara.

Makna itu akan sangat terasa ketika kita memakan klepon dengan mulut yang harus tertutup dan tidak berbicara saat mengunyah. Mengapa? karena bila kita bicara saat mengunyah, isi klepon yang merupakan gula aren cair akan muncrat keluar dari mulut kita.

Sejarah klepon

Secara umum, klepon adalah jajanan pasar tradisional khas Indonesia yang terbuat dari tepung ketan, berbentuk bulat dengan warna dominan hijau. 

Dikutip dari Wikipedia, klepon atau kelepon, adalah kue beras tradisional berwarna hijau yang diisi dengan gua aren cair dan dilapisi kelapa parut. Kue klepon berasal Indonesia, namun sudah dikenal di Asia Tenggara dan umumnya ditemukan di Indonesia, Malaysia, Brunei dan Singapura

Di bagian lain Indonesia, seperti di Sulawesi, Sumatra dan di negara tetangga Malaysia, ia dikenal sebagai onde-onde atau di beberapa daerah, 'buah melaka' (buah Malaka). Namun di Jawa, onde-onde mengacu pada Jin Cina Deui, bola kue beras yang dilapisi dengan biji wijen dan diisi dengan pasta kacang hijau manis.

Meskipun populer di seluruh Asia Tenggara, klepon mungkin berasal dari Jawa. Hidangan ini juga disebut sebagai klepon di Belanda. Pada 1950-an, klepon diperkenalkan oleh imigran Indo ke Belanda dan sudah tersedia di toko-toko toko, restoran Belanda dan Cina Indonesia dan supermarket di seluruh negeri.

Di Jawa, klepon, bersama dengan getuk dan cenil, sering dimakan sebagai camilan pagi atau sore. Mereka dikategorikan sebagai kue basah, dan merupakan bagian dari jajan pasar tradisional Jawa (bahasa Jawa untuk "beli pasar" atau "kudapan pasar").

Pada bagian dalam kue klepon diisi dengan irisan gula merah, sementara bagian luarnya ditaburi kelapa parut.

Ketika dikunyah, sensasi muncrat dari gula jawa itu memberikan ciri tersendiri dari kudapan ini.

Dalam buku Indisch leven in Nederland (2006) karya J. M. Meulenhoff, di sana tertulis bahwa kue klepon sudah ada sejak tahun 1950-an.

Konon kue ini diperkenalkan pertama kali oleh seseorang asal Pasuruan, Jawa Timur. 

Saat itu, klepon jadi menu yang ditawarkan di restoran Indonesia-Belanda dan etnis Tionghoa.

dikutip dari berbagai sumber
Baca selengkapnya

03 June 2019

FILOSOFI SUMPIT


Filosofi SUMPIT 🥢🥢🥢🥢

Sumpit Keharmonisan Rumah Tangga.


1. Sumpit harus sepasang ( Suami istri bekerja sama saling mendukung ).🥢🥢👫

2. Sumpit harus sama panjang ( saling menghormati). 🥢🥢

3. Yang satu bergerak, yang satu diam ( saling melengkapi ). 🥢🥢

4. Apapun rasanya, selalu diambil bersama ( beban dipikul bersama). 🥢🥢

5. Sumpit terbuat dari bahan yang sama ( banyak persamaan dan keseimbangan ). 🥢🥢

6. Sumpit adalah Kesetiaan, warisan leluhur Tionghoa.  🥢🥢

7. Sumpit adalah Kesederhanaan ( bentuknya sederhana ). 🥢🥢

8. Sumpit adalah Anti Keserakahan ( mengambil makanan sedikit saja ). 🥢🥢

9. Sumpit adalah Anti Kekerasan ( bahan dari kayu ). 🥢🥢

10. Sumpit adalah Kesadaran Keterbatasan ( bisa makan isi tdk bisa makan kuahnya ). 🥢🥢

11. Sumpit adalah Keterikatan ( krn sepasang, harus kerja sama ). 🥢🥢👷‍♂👷‍♀

Dalam hidup berumahtangga harus menciptakan keseimbangan seperti sumpit bergerak selaras dan harmonis mengambil makanan yang lezat sehingga dalam kehidupan berumah tangga akan dilimpahi rejeki yang berlimpah dan penuh kebahagiaan. 🥢🥢

❤🥢🥢🍜🍜🥟🥢🥢❤;‍👨🏻‍⚖👰🏻
Baca selengkapnya

08 June 2018

FILOSOFI BUNGA MAWAR

FILOSOFI BUNGA MAWAR

============
FILOSOFI BUNGA MAWAR
===================

Gambar terkait


Bunga Mawar adalah jenis bunga yang banyak digunakan sebagai lambang romantisme, juga bisa dikatakan sebagai ungkapan kasih sayang, warnanya yang beragam dengan makna yang berbeda membuatnya semakin populer dan istimewa.

Berikut Pelajaran Berharga Bunga Mawar dilansir dari UC News:

Gambar terkait1. Filosofi Pertama
“Ia berduri bukan untuk melukai, namun untuk melindungi diri.”

Maknanya :
“Jangan takut terlihat tegas, galak atau berani. Itu bukan untuk ditakuti, namun untuk menjaga diri. Punya ketegasan itu penting, agak galak juga tidak apa-apa. Begitu pula jika kita mempunyai sesuatu kemampuan untuk melindungi diri. Setiap orang mempunyai cara tersendiri untuk melindungi dirinya, melindungi hatinya dan melindungi harga dirinya. Semua itu supaya tidak diganggu oleh orang lain.” 

2. Filosofi Kedua
“Bunga yang indah, selalu dicari banyak orang.”

Maknanya :
“Jadilah sebaik mungkin dari dirimu, niscaya banyak orang yang akan mencarimu. Sesuatu yang indah biasanya memang akan dicari banyak orang. Sesuatu yang istimewa, sesuatu yang mulia, dan setiap apapun yang mempunyai kelebihan. Memang diri kita tidak bisa mempunyai banyak kelebihan, namun kita bisa mengusahakan beberapa hal saja yang bisa membuat diri kita menjadi istimewa.”

3. Filosofi Ketiga
Gambar terkait“Warnanya indah dan mampu menghias taman dan pekarangan.”

Maknanya :
“Jadilah baik, sukses, cerdas dan lain sebagainya. Namun jangan lupa, jadikanlah semua itu bermanfaat untuk sekitarmu. Semua keberhasilan, kelebihan dan keistimewaan yang kita miliki harusnya bisa membuat diri kita bisa bermanfaat untuk orang lain. Sehingga hal itulah yang bisa membuat keistimewaan diri kita menjadi berharga.” 

4. Filosofi keempat
“Tumbuh menawan, dengan ciri khas warnanya.”



Maknanya :

“Beranjaklah menjadi sosok yang istimewa, dengan ciri khas dirimu sendiri. Menjadi diri sendiri itu memang penting. Tidak terlarut dalam kehidupan orang lain, tidak berusaha selalu menjadi follower yang terombang-ambing. Menjadi diri sendiri yang sebaik mungkin, setiap orang memang istimewa. Istimewa dengan keunikannya masing-masing.” 



5. Filosofi Kelima
“Mawar, sang bunga penanda rasa cinta dan kasih sayang.”

Maknanya :
“Dalam hidup ini, engkau mau dikenal sebagai sosok seperti apa. Pembuat senang, pembawa resah, pemicu sedih atau apa yang lainnya. Hal itu terserah diri kita mau jadi seperti apa. Jika kita ingin menjadi sosok yang dikenal baik, maka memang kita harus jadi orang baik. Begitupun sebaliknya, jika kita tidak ingin dikenal sebagai orang yang buruk. Maka berusahalah menjadi orang yang tidak suka berbuat buruk." 

6. Filosofi keenam
“Mawar, ditanam dimanapun seolah tetap begitu indah.”

Maknanya :
“Jadilah orang yang dimanapun berada tetap membuat orang lain merasa bahagia karena kebaikan-kebaikanmu. Menjadi orang yang tidak goyah dan berubah-ubah dimanapun berada. Selalu memegang komitmen dan kepercayaan untuk tetap menjadi orang yang baik dimanapun berada."

7. Filosofi Ketujuh
Gambar terkait“Mawar, seindah apapun itu. Nantinya tetap akan layu dan akhirnya mati.”

Maknanya :
“Ingatlah bahwa seindah dan serupawan apapun dirimu. Hal itu bukanlah sesuatu yang kekal, kau akan mengeriput, tua dan mati. Dunia ini memang sementara, tidak ada yang abadi. Seindah dan seistimewa apapun keadaan fisik pada diri kita. Niscaya kita akan menua juga, tidak lagi serupawan dahulu. Hingga suatu saat akan terkubur juga dan tiada yang melihat bentuk fisik kita yang rupawan itu.” 


Jadilah orang yang di manapun berada tetap membuat orang lain merasa bahagia karena kebaikan-kebaikanmu, selalu memegang kepercayaan untuk tetap menjadi orang yang baik di manapun berada.


Baca selengkapnya

12 February 2018

INSPIRASI 27 - "FILOSOFI 5 JARI SANG PEMIMPIN"

Filosofi 5 Jari Sang Pemimpin - 
Artikel Arti Kepemimpinan


kisahinspirasi-hidup.blogspot.co.id - Tubuh manusia pada hakekatnya menunjukkan wujud nyata dari jiwa manusia itu sendiri. Berbagai bentuk dari bagian tubuh manusia menyimpan berbagai rahasia kehidupan dan kepemimpinan. Tubuh adalah rahmat dari Allah Yang Maha Kuasa yang memberikan petunjuk kesempurnaan hidup sebagai manusia. Filosofi ini tercermin dalam jari manusia, sebagai manifestasi dari kekuatan diri manusia.

Kali ini saya mengajak kita semua untuk memahami filosofi lima jari yang ada dalam tubuh manusia. Jari kita terdiri dari lima bagian. Pertama jari ibu atau yang kita kenal dengan jari jempol, kedua jari telunjuk, ketiga jari tengah, keempat jari manis dan kelima adalah jari kelingking. Mari kita renungkan, bagaimana kelima jari kita memiliki kaitan erat dengan leadership yang tertanam dalam diri kita. 

Sekarang, bagaimana kita mengartikan kelima jari kita yang memiliki arti kepemimpinan sejati yang berada di dalam tubuh kita.?
Mari kita simak bersama:

Pertama, Ibu Jari.
Pemimpin yang bijak adalah orang yang merasa tidak pernah segan dalam memberikan apresiasi, pujian atau sanjungan terhadap orang lain, baik bawahannya, relasi mitranya ataupun lawannya sekaligus. Jiwa sportivitas dan objektivitas menunjukkan bahwa kita berjiwa besar dan cerdas dalam memberikan penghargaan buat orang lain yang telah melaksanakan tugas dengan baik, meskipun dalam wujud satu langkah kecil. Sikap bijak kita melalui simbol ibu jari akan memberikan feedback positif bagi kita maupun orang lain yang kita berikan apresiasi (appreciate) atau sanjungan. Ibu Jari dapat juga diartikan sebagai penghargaan (achievement) orang lain secara ikhlas dan terpuji. Ada nilai kebenaran dalam diri kita. Dan ada pertanggung jawaban (responsibility) baik vertical maupun universal. Pemimpin yang bijak adalah pemimpin yang melalui tahapan kesuksesan yang bermanfaat, artinya sukses yang bermanfaat disini adalah bermanfaat bagi diri dia sendiri, orang lain dan lingkungannya.

Kedua, Jari Telunjuk.
Pemimpin yang bijak adalah seorang pemimpin mampu memberikan perintah maupun tugas kepada bawahannya dengan tegas dan lugas. Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab sesuai dengan fungsinya akan memudahkan kita bekerja secara team work yang solid. Pemimpin harus memiliki keyakinan yang memiliki kebenaran. Kuncinya adalah keimanan yang kuat kepada Allah yang maha Kuasa sebagai penciptanya. Pemimpin tanpa iman adalah pemimpin yang tidak baik dan kejam, dan sebaliknya pemimpin yang beriman adalah pemimpin yang membawa pengikutnya menuju keselamatan. Disisi lain, Pemimpin yang bijak adalah pemimpin yang mampu meyakinkan orang lain mengikutinya menuju kesuksesan. Kedisplinan adalah kunci dari ketegasan dan komitmen. Pemimpin yang bijak juga mampu mengarahkan orang lain menuju yang lebih baik. Orang lain akan mengikuti kita jika arah yang dituju adalah benar. Sifat yang ditunjukkan pada jari telunjuk juga keberanian dan maju selangkah dengan pertimbangan yang matang. Sifat lainnya kepemimpinan kita adalah memerintah. Orang yang dapat memerintah adalah orang yang memiliki tanggungjawab yang lebih besar dari pada orang yang menerima perintah. Oleh karena itu, perintah harus diartikan sebagai wujud kerja sama yang arif baik bagi yang memerintah maupun bagi yang menerima perintah. Oleh karena, itu seringkali jari telunjuk dapat diartikan sebagai pemerintahan. Dalam arti pemerintahan yang melayani dan memberikan terbaik buat rakyat nya.

Ketiga, Jari Tengah.
Kepemimpinan akan terwujud jika kita memiliki kearifan dan kebijaksanaan dalam menghadapi masalah dan menyelesaikan masalah. Seorang pemimpin harus mampu menjadi penengah dan penyelesai masalah (problem solver), bukan problem maker (pembuat masalah). Konflik adalah bagian dari kehidupan. Setiap konflik yang lahir, pemimpin harus mampu menyelesaikan secara adil, menjadi mediator dan negosiator yang baik serta penengah yang jujur. Serta menjadi juru runding yang memiliki integritas yang kuat, sehingga semua orang akan merasakan kemenangan bersama. Tidak ada pihak yang menang dan kalah, namun kemenangan dimiliki oleh semua pihak. Pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang dapat diterima oleh semua pihak tanpa ada pihak yang merasa keberpihakan sehingga merugikan pihak lainnya. Sikap penyeimbang terkadang menjadi alternatif dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan. Segala sesuatu pasti ada jalan keluarnya. Sikap inilah yang dibutuhkan pemimpin yang sebenarnya (the real of leaders)

Keempat, Jari Manis.
Pemimpin tidaklah kaku, namun dia harus memiliki jiwa humoris yang proporsional. Artinya humoris yang pada tempatnya. Pemimpin juga harus memiliki nilai seni yang tinggi dan bersahaja. Bukanlah sikap yang ditunjukkan secara arogan, emosional dan egois. Pemimpin harus dapat menjadi suri tauladan yang baik bagi semua orang dan memberikan perilaku, tutur kata dan sikap yang lembut dan bijaksana. Pemimpin adalah pengakuan dari orang lain yang menghargai dan mendeklarasikan diri pemimpin itu sebagai pemimpin, bukan pengakuan sepihak dari diri seseorang tanpa didukung oleh pengikutnya. Oleh karena itu, pemimpin memiliki ikatan bathin dan simbolistik dengan orang lain. Ada kesetiaan dalam jiwa nya. Ada kekuatan keyakinan untuk bersama dari pengikutnya dan ada ikatan yang suci dalam jiwa yang bersih. 

Kelima, Jari kelingking.
Pemimpin tidak dapat ditentukan secara fisik, karena yang menentukan kepemimpinan kita adalah karakter dan nilai (values) dalam diri kita. Pemimpin harus memiliki jiwa memaafkan dan rekonsiliasi. Kita harus mengerti kapan kita harus memaafkan atau meminta maaf meskipun tidak melakukan kesalahan. Maaf bukanlah arti menyerah, namun jiwa besar dalam memberikan perlindungan buat orang lain. Pemimpin juga harus mampu menyelamatkan orang lain meskipun dirinya harus berkorban. Perisai diri bagi orang lain adalah upaya penyelamatan bagi orang lain. Meskipun kecil, namun dirinya selalu menjadi awal pengorbanan untuk menyelamatkan orang banyak.
Akhirnya, kita dapat simpulkan bahwa jari bukanlah pelengkap semata dalam tubuh kita, namun memiliki arti yang luas sebagai manisfestasi kesempurnaan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini. Nah, kini saatnya kita mengambil suatu sikap. Kembalilah pada fungsi jari yang kita gunakan, karena setiap jari akan bermanfaat dalam keadaan yang sesuai dengan kondisi yang ada. Kelima jari kita akan memberikan makna yang kuat sebagai pemimpin dimasa yang akan datang. Temukan kepemimpinan itu di jari anda, gunakan tangan mu, kepal jari tanganmu dan wujudkan misi hidupmu, Selamat mencoba!


Penulis: Fachrul Razi, M.I.P

Baca selengkapnya
INSPIRASI 26 - "FILOSOFI CERITA PENSIL DAN BUKU"

INSPIRASI 26 - "FILOSOFI CERITA PENSIL DAN BUKU"


FILOSOFI CERITA PENSIL DAN BUKU
Gambar terkait


Pensil : Buk Buku, aku ingin menuliskan sesuatu di lembaran-lembaranmu.


Buku : Silahkan wahai pensil.


Pensil : Bolehkah aku menuliskan apa saja?


Buku : Kamu boleh menuliskan apa saja di lembaran-lembaran yang aku miliki wahai pensil, silahkan. Apa saja terserah dirimu, semau kamu mau menuliskan apa.


Pensil mulai menuliskan banyak hal di lembaran-lembaran buku. Ia menuliskan
banyak sekali, lembar demi lembar hinga tak terasa sudah berlembar-lembar ia menuliskan kata. Sang buku pun hanya diam saja, ia tak protes mau ditulisi apa. Karena dari awal, sang buku sudah memberikan kebebasan bagi pensil untuk menulis apa saja. Dia tak mungkin menarik kata-katanya.



Pensil : Wahai buku, aku telah menuliskan banyak tulisan di lembaranmu.

Gambar terkait
Buku : Lanjutkanlah, lembaranku masih banyak.


Pensil : Aku tadi telah melihat-lihat tulisanku, banyak sekali coretan dalam lembaranmu. Ada pula banyak kesalahan tulisan ketika aku menulis. Aku rasanya sedih, kenapa aku menulis seperti itu. Padahal seharusnya aku bisa menulis dengan baik. Aku menyesal, aku sering main-main ketika menulis itu. Aku tak bersungguh-sungguh menuliskannya.


Buku : Wahai pensil, jangan berhenti menulis wahai pensil. Aku masih punya banyak lembaran baru yang masih putih untuk engkau tulisi. Sekalipun lembaran-lembaran sebelumnya sangatlah jelek dan penuh kesalahan.


Pensil : Tetapi lembaran yang sebelumnya sangat buruk untuk aku lihat.


Buku : Wahai pensil, menyesal boleh saja. Namun lihatlah, lihatlah lembaranku setelahnya masih putih bersih. Kamu masih punya kesempatan untuk menuliskan sesuatu yang indah.


Pensil : Tetapi aku sedih...


Buku : Oke kalau begitu, robek saja lembaranku yang buruk itu. Agar engkau tak melihatnya.


Pensil pun akhirnya menyadari bahwa ia masih bisa  menuliskan di lembaran-lembaran yang masih putih dengan tulisan dan kalimat yang indah. Ia menyadari bahwa seburuk apapun lembaran yang sebelumnya, ia masih punya kesempatan untuk membuat tulisan indah di lembaran baru yang masih indah. Ia juga menyadari bahwa lembaran itu tak akan tersedia terus, nanti juga lembaran milik buku akan habis juga. Ia hanya perlu memanfaatkan lembaran yang masih ada.



Makna Filosofis Cerita :
Pensil di dalam cerita itu adalah diri kita, sedangkan buku dalam cerita itu adalah waktu. Kita diberikan oleh waktu oleh Sang Pencipta untuk bisa kita isi dengan berbagai macam perbuatan dan apapun yang kita inginkan. Kita bisa menuliskan cerita yang indah maupun cerita yang semestinya tidak kita lakukan. Hingga mungkin jika saat ini kita merenungi apa yang telah terjadi, ada kalanya kita memiliki masa lalu yang buruk. Masa lalu yang memalukan rasanya untuk diceritakan. Namun Allah begitu sangat penyayang, dibalik rasa menyesal itu kita masih diberikan kesempatan. Seburuk apapun masa lalu, namun kita masih punya masa depan yang masih putih bersih. Tinggal kita mau mengisinya seperti apa, kita tak boleh putus asa. Ini tentang diri kita, apakah mau memanfaatkan kesempatan itu atau tidak. Karena sejatinya waktu kita terbatas di dunia ini, ada kalanya kita nanti akan mati. Maka jangan putus asa dari rahmat Allah, Dia adalah seorang yang Maha Penyayang. Semangatlah menjadikan hari-hari kita indah di depan nanti.

Baca selengkapnya

09 February 2018

INSPIRASI 25 - "FILOSOFI MATEMATIKA"


















FILOSOFI ILMU MATEMATIKA

Hasil gambar untuk FILOSOFI MATEMATIKA
Pernah nggak Anda berpikir…
1. Mengapa PLUS di kali PLUS hasilnya PLUS?
2. Mengapa MINUS di kali PLUS atau sebaliknya
PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS?
3. Mengapa MINUS di kali MINUS hasilnya PLUS?

Hikmahnya adalah:
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH

1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
+ x + = +

Filosofi Matematika2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.
Rumus matematikanya :
+ x – = –
– x + = –

3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
– x – = +
Pelajaran matematika ternyata sarat makna, yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup.


Untuk matematika pembagian adalah sebagai berikut:
1 ÷ 1 = 1
1 ÷ 2 = 1/2
1 ÷ 10 = 1/10
1 ÷ 100 = 1/100

Sedangkan 1 ÷ 0 = ~ ( tak terhingga).
Maknanya adalah : kalau kita melakukan perbuatan baik, kemudian kita mengharapkan balasan atas perbuatan itu, maka semakin kita banyak berharap hasilnya akan semakin kecil (1/100 dst). Tetapi ketika kita melakukannya dengan IKHLAS, tanpa mengharapkan sesuatu imbalan apapun, sama dengan 1 ÷ 0, maka hasilnya akan “Tak Terhingga” yang artinya Allah SWT akan memberikan balasan atas keikhlasan kita dengan balasan yang tak terhingga.
Tatkala engkau memperbaiki niatmu, saat itulah Allah SWT memperbaiki keadaanmu. Ketika engkau menginginkan kebaikan untuk orang lain, maka kebaikan itu datang kepadamu dari arah yang tak engkau duga sebelumnya. Di saat engkau hidup untuk membuat orang lain bahagia, Allah SWT menjadikan orang lain membahagiakan engkau. Maka carilah selalu kesempatan untuk “memberi”, bukan “mengambil”. Setiap kali engkau memberi, maka di saat itulah engkau diberi oleh Allah SWT tanpa engkau meminta.. Beri yang terbaik buat sesama ...

Investasikan sisa waktu dan kesempatan yang ada untuk kehidupan kelak. 
Baca selengkapnya

INSPIRASI 23 - "FILOSOFI BAMBU CINA"



FILOSOFI BAMBU CINA


Begitu banyak pelajaran dari alam yang dapat kita pelajari agar hidup di dunia ini lebih bermakna dan harmonis. Salah satu tumbuhan yang syarat akan makna kehidupan adalah pohon bambu. Pohon Bambu adalah tanaman dengan laju pertumbuhan tertinggi di dunia, Pohon Bambu termasuk dalam keluarga rumput-rumputan, yang dapat menjadi penjelasan mengapa bambu memiliki laju pertumbuhan yang tinggi. Hal ini berarti bahwa ketika bambu dipanen, bambu akan tumbuh kembali dengan cepat tanpa mengganggu ekosistem. Tidak seperti pohon, batang bambu muncul dari permukaan dengan diameter penuh dan tumbuh hingga mencapai tinggi maksimum dalam satu musim tumbuh (sekitar 3 sampai 4 bulan). Terdapat dua bentuk bambu secara umum, yaitu bambu berkayu dari suku Arundinarieae dan Bambuseae, dan bambu rerumputan dari suku Olyreae. Analisis molekuler dari plastida menunjukkan bahwa terdapat tiga sampai lima garis keturunan utama dari bambu.(Wikipedia).
Gambar terkaitWalaupun termasuk ke dalam keluarga rumput-rumputan, pohon bambu merupakan tanaman yang kokoh, inilah yang menyebabkan tanaman ini berbeda dari tanaman dari keluarga rumput-rumputan lainnya.Sebelum tumbuh hingga tinggi dengan cepat, bambu mempersiapkan diri dengan akarnya yang tumbuh kokoh di dalam tanah karena ia tahu bahwa semakin ia tumbuh tinggi maka akan semakin banyak angin yang akan menerpanya.Di saat tumbuhan lain banyak yang tumbang tapi jarang sekali mendengar ada tumbuhan bambu roboh akibat diterjang angin. Begitu pula dengan dengan kehidupan kita, sebelum menapaki jenjang karir yang lebih tinggi maka kita harus mempersiapkan mental yang kuat agar dapat menghadapi berbagai cobaan hidup yang semakin berat. Cara bambu mengekspresikan hidupnya menggambarkan bahwa latar belakang tidak lah menjadi hambatan dan tolak ukur untuk bisa mengekspresikan potensi yang ada dalam kita.
pohon bambu cina
Ketika angin menerpa batang tumbuhan bambu, ia akan mengikuti arah angin itu berhembus namun ketika angin itu berhenti maka ia akan kembali posisi awalnya. Suara daun-daun bambu yang saling bergesekan akan menghasilkan gemerisik nada yang halus dan sangat harmonis. Hal ini mengajarkan kita sikap fleksibel dan mampu cepat beradaptasi hingga menjadi pribadi yang meneyenangkan dan dapat diterima dalam suatu lingkungan walaupun itu tempat baru tanpa harus menjadi diri orang lain dan tetap meiliki prinsip hidup kokoh sesuai pada tujuan awalnya.. Bahkan jika mampu kita bias memberikan warna baru yang positif kepada lingkungan sekitar dengan memiliki mental sang juara atau dapat memberikan kontribusi pada lingkungan. 
Dari filosofi pohon bambu kita belajar bahwa meskipun berlatar belakang jenis tanaman rumput-rumputan, bambu menjadi berbeda karena karakternya yang khas, yaitu kuat, tegar, kokoh, tangguh, lentur, ulet. Karakter itu dapat diaplikasikan dalam hidup agar tegar dalam menghadapi badai dan persoalan hidup.
"MAKNAILAH KISAH DEMI KISAH YANG TERJADI DI DALAM HIDUP INI DAN JANGAN PERNAH SESALI ITU, AGAR HIDUP INI DAPAT MEMILIKI MAKNA YANG LEBIH" -fmw

Baca selengkapnya